Showing posts with label yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label yogyakarta. Show all posts
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Sector Update Developers
5:41 PM

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Sector Update
Developers - 4Q16 preview: Earnings to meet our estimates by Franky Rivan (franky@miraeasset.co.id)
Developers
4Q16 preview: Earnings to meet our estimates
Unfavorable property market haunted marketing sales
Kami mengumpulkan data marketing sales developer di bawah coverage kami, yaitu BSDE, SMRA, PWON, dan LPKR untuk melihat kekuatan permintaan pasar properti. Marketing sales FY16 masih cukup mengecewakan karena hanya sebesar 65,2% dari target setahun penuh perusahaan secara kumulatif, dan turun 28,6% YoY. Secara kuartalan, kami juga lihat adanya pelemahan marketing sales, dengan turun 17% YoY secara kumulatif.
Oasis: Improved revenue recognition
Namun, di sisi positifnya, kami yakin kondisi moneter dan fiskal yang lebih baik terhadap pasar properti telah sedikit memperbaiki kondisi pasar. Data KPR terbaru dari OJK menunjukkan data yang menggembirakan karena rasio NPL KPR turun menjadi 2,45% per Desember 2016 (vs 2,84% puncaknya di Mei 2016). Angka cash conversion cycle paling baru yang dikeluarkan LPKR juga menunjukkan peningkatan, sebesar 1.410 hari (vs 1.536 hari di 2015), yang kami percaya akan membuat pengakuan pendapatan yang lebih baik untuk developer properti. Karena itu, kami percaya pengakuan pendapatan yang lebih baik dapat memulihkan pendapatan developer di 4Q16, yang mengimbangi pelemahan marketing sales di 4Q16.
Earnings to meet our estimates
Factoring-in hal yang kami sebutkan di atas, kami optimis bahwa earnings 4Q16 developer akan sesuai estimasi kami, sesuai dengan view Neutral kami di sektor ini. Developer yang telah merilis laporan keuangannya yaitu LPKR sangat sesuai dengan estimasi kami, dengan memenuhi 102,4% (pendapatannya) dan 99,8% (laba bersihnya) terhadap estimasi setahun penuh kami. Karena itu, kami lihat sedikit kemungkinan akan adanya potensi upside/downside untuk harga saham developer yang disebabkan oleh rilis laporan keuangan 4Q16 nya.
(Ilustrasi selengkapnya dapat dibaca disini).
4Q16 preview: Earnings to meet our estimates
Unfavorable property market haunted marketing sales
Kami mengumpulkan data marketing sales developer di bawah coverage kami, yaitu BSDE, SMRA, PWON, dan LPKR untuk melihat kekuatan permintaan pasar properti. Marketing sales FY16 masih cukup mengecewakan karena hanya sebesar 65,2% dari target setahun penuh perusahaan secara kumulatif, dan turun 28,6% YoY. Secara kuartalan, kami juga lihat adanya pelemahan marketing sales, dengan turun 17% YoY secara kumulatif.
Oasis: Improved revenue recognition
Namun, di sisi positifnya, kami yakin kondisi moneter dan fiskal yang lebih baik terhadap pasar properti telah sedikit memperbaiki kondisi pasar. Data KPR terbaru dari OJK menunjukkan data yang menggembirakan karena rasio NPL KPR turun menjadi 2,45% per Desember 2016 (vs 2,84% puncaknya di Mei 2016). Angka cash conversion cycle paling baru yang dikeluarkan LPKR juga menunjukkan peningkatan, sebesar 1.410 hari (vs 1.536 hari di 2015), yang kami percaya akan membuat pengakuan pendapatan yang lebih baik untuk developer properti. Karena itu, kami percaya pengakuan pendapatan yang lebih baik dapat memulihkan pendapatan developer di 4Q16, yang mengimbangi pelemahan marketing sales di 4Q16.
Earnings to meet our estimates
Factoring-in hal yang kami sebutkan di atas, kami optimis bahwa earnings 4Q16 developer akan sesuai estimasi kami, sesuai dengan view Neutral kami di sektor ini. Developer yang telah merilis laporan keuangannya yaitu LPKR sangat sesuai dengan estimasi kami, dengan memenuhi 102,4% (pendapatannya) dan 99,8% (laba bersihnya) terhadap estimasi setahun penuh kami. Karena itu, kami lihat sedikit kemungkinan akan adanya potensi upside/downside untuk harga saham developer yang disebabkan oleh rilis laporan keuangan 4Q16 nya.
(Ilustrasi selengkapnya dapat dibaca disini).
Trading Signal by RTS [The First Week of Maret 2017]
4:12 PM



Trading Signal by RTS
[The First Week of Maret 2017]
Cara membaca tabel di atas sederhana saja:
- Hanya beli jika sahamnya naik dan mencapai Entry Buy
- Hanya jual jika sahamnya turun mencapai Stop Loss
- Jangan terlalu serakah, beli lah sebanyak Lot Size
Lot Size dihitung dengan tingkat Max. Risk sebesar Rp.200.000.-. Inilah “budget” yang disiapkan sebagai cost of doing business.
Jika profil risiko Anda lebih besar/kecil daripada itu, silakan ditambahkan atau kurangi Lot Size-nya secara proporsional (sesuai Max. Risk Anda).
DOWNLOAD FOR MANUAL BOOK
Keep calm and trade your plan!
Aulia Rahmat
#Disclaimer On
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Company Update Surya Citra Media #SCMA
5:52 PM

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Company Update
Surya Citra Media (SCMA IJ) - New sinetrons to boost audience share by Christine Natasya (natasya@miraeasset.co.id)
New sinetrons to boost audience share
Strong ratings for SCTV’s new soap operas
4 dari sinetron baru yang diproduksi oleh Sinemart telah tayang perdana bersamaan sejak 20 Februari 2017 di SCTV, stasiun utama SCMA dan membukukan lonjakan audience share rating. Sebagai strategi pemasaran, Sinemart telah bekerjasama dengan aktor yang dikenal karena peran mereka dalam sinetron ditayangkan oleh RCTI sebelumnya. Aktor-aktor mempopulerkan sinetron SCTV dengan hashtag #SayaDiSCTV pada platform media sosial dan banner iklan. Sementara itu, RCTI juga memasarkan sinetron yang baru diproduksi oleh MNC Pictures dengan menggunakan hashtag #DramaSeriesTerbaik.
SCTV wins a greater audience share than RCTI for first time since 2014
Setelah tayang hari pertama, sinetron SCTV Anak Langit (tayang pukul 18.30), mencatat audience share tertinggi sebesar 31.9%, dan pada 21 Februari mencapai 32.3% (+0.4%p). Angka ini mengalahkan drama RCTI (MNCN), Roman Picisan, yang disiarkan pada waktu yang sama (18.00-18.30). Di sisi lain, sinetron SCTV Orang-Orang Kampung Duku, tayang pukul 20.00 membukukan audience share -5.1%p pada hari kedua, dikarenakan sinetron RCTI Dunia Terbalik lebih disukai.
Namun secara rata-rata, audience share SCMA naik lebih dari dua kali lipat dari 11.4% (rata-rata di Januari 2017) menjadi 24.7% sekarang (rata-rata rating pada tanggal 20-28 Februari 2017).
SCMA, our top pick in media sector
Jika SCMA mempertahankan rating yang tinggi, kami percaya ini akan mendorong rate card yang tinggi, yang akan memungkinkan SCMA untuk mengejar pendapatan MNCN, meskipun akan memakan waktu (mengingat bahwa MNCN memiliki 4 channel, sementara SCMA hanya 2). Terakhir kali SCTV memperoleh rating audience share tinggi adalah di 2014, dengan sinetron Ganteng-Ganteng Serigala. Pada periode 1Q14-2Q14, kami melihat gap pendapatan MNCN yang lebih premium dibandingkan SCMA mempersempit, dibandingkan kuartal sebelumnya.
Dalam pandangan kami, kemampuan SCMA untuk menaikkan audience share rating menjadi katalis yang kuat bagi perusahaan. SCMA adalah top pick kami dalam sektor media. Target harga kami di IDR3,290, yang mengimplikasikan PE 26.2x di 2017.
(Ilustrasi selengkapnya dapat dibaca disini).
Strong ratings for SCTV’s new soap operas
4 dari sinetron baru yang diproduksi oleh Sinemart telah tayang perdana bersamaan sejak 20 Februari 2017 di SCTV, stasiun utama SCMA dan membukukan lonjakan audience share rating. Sebagai strategi pemasaran, Sinemart telah bekerjasama dengan aktor yang dikenal karena peran mereka dalam sinetron ditayangkan oleh RCTI sebelumnya. Aktor-aktor mempopulerkan sinetron SCTV dengan hashtag #SayaDiSCTV pada platform media sosial dan banner iklan. Sementara itu, RCTI juga memasarkan sinetron yang baru diproduksi oleh MNC Pictures dengan menggunakan hashtag #DramaSeriesTerbaik.
SCTV wins a greater audience share than RCTI for first time since 2014
Setelah tayang hari pertama, sinetron SCTV Anak Langit (tayang pukul 18.30), mencatat audience share tertinggi sebesar 31.9%, dan pada 21 Februari mencapai 32.3% (+0.4%p). Angka ini mengalahkan drama RCTI (MNCN), Roman Picisan, yang disiarkan pada waktu yang sama (18.00-18.30). Di sisi lain, sinetron SCTV Orang-Orang Kampung Duku, tayang pukul 20.00 membukukan audience share -5.1%p pada hari kedua, dikarenakan sinetron RCTI Dunia Terbalik lebih disukai.
Namun secara rata-rata, audience share SCMA naik lebih dari dua kali lipat dari 11.4% (rata-rata di Januari 2017) menjadi 24.7% sekarang (rata-rata rating pada tanggal 20-28 Februari 2017).
SCMA, our top pick in media sector
Jika SCMA mempertahankan rating yang tinggi, kami percaya ini akan mendorong rate card yang tinggi, yang akan memungkinkan SCMA untuk mengejar pendapatan MNCN, meskipun akan memakan waktu (mengingat bahwa MNCN memiliki 4 channel, sementara SCMA hanya 2). Terakhir kali SCTV memperoleh rating audience share tinggi adalah di 2014, dengan sinetron Ganteng-Ganteng Serigala. Pada periode 1Q14-2Q14, kami melihat gap pendapatan MNCN yang lebih premium dibandingkan SCMA mempersempit, dibandingkan kuartal sebelumnya.
Dalam pandangan kami, kemampuan SCMA untuk menaikkan audience share rating menjadi katalis yang kuat bagi perusahaan. SCMA adalah top pick kami dalam sektor media. Target harga kami di IDR3,290, yang mengimplikasikan PE 26.2x di 2017.
(Ilustrasi selengkapnya dapat dibaca disini).
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Sector Update Poultry
5:37 PM
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Sector Update
Memasuki bulan ketiga di tahun 2017, kami mencatat Indeks Harga Saham Gabungan
(IHSG) telah rally 1.7% YtD per 28 Februari dengan saham-saham sektor poultry
menunjukkan kinerja harga saham yang beragam. Ketika kami menulis laporan ini, belum
ada perusahaan poultry yang merilis laporan kinerja FY16 mereka. Melihat kinerja mereka
sampai 9M16, kami percaya hasil keuangan untuk FY16 akan jauh lebih baik dari kinerja
FY15. Namun demikian, mengingat bahwa harga saham emiten poultry juga sudah rally
sepanjang 2016, kami percaya investor sudah memperhitungkan kinerja FY16. Meskipun
kami memperkirakan pertumbuhan laba bersih yang kuat untuk FY16 vs. FY15, kami
menyarankan investor untuk lebih waspada terhadap kinerja 4Q16 dan seterusnya.
Mengacu pada laporan sektor poultry kami sebelumnya (rincian lebih lanjut tentang
laporan sektor kami "Poultry: Uncertainties causing volatility"), kami percaya di tahun ini
masih akan timbul ketidakpastian di sektor unggas karena intervensi pemerintah dan
volatilitas dari kinerja USD/IDR. Intervensi pemerintah pada harga DOC telah terlihat di
harga rata-rata DOC pada bulan Januari yang lemah. Selanjutnya, pemerintah berusaha
untuk masuk bisnis unggas melalui perusahaan milik negara (BUMN). Namun, kinerja
USD/IDR tampaknya lebih stabil dari yang kami perkirakan selama dua bulan pertama
2017.
Akhirnya, meskipun volatilitas yang lebih rendah dari kinerja USD/IDR, kami masih
melihat potensi profit margin yang lebih terbatas pada 2017 karena intervensi harga
DOC dan prospek kenaikan suku bunga The Fed yang masih berlanjut. Namun, berkaitan
dengan rencana pemerintah untuk memasuki bisnis poultry, kami percaya ini lebih
menjadi rencana jangka panjang karena akan membutuhkan waktu untuk membuat
bisnis perunggasan terintegrasi yang se-efisien perusahaan besar poultry yang sudah ada
di Indonesia.
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Company Update Wintermar Offshore Marine #WINS
5:36 PM

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Company Update
Wintermar Offshore Marine (WINS IJ) - The return of the winner by Andy Wibowo Gunawan (andy.wibowo@miraeasset.co.id)
The return of the winner
Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) adalah penyedia terkemuka kapal lepas pantai yang berbasis di Indonesia (OSV) dan melayani perusahaan minyak dan gas raksasa serta memegang pangsa pasar OSV signifikan di Asia (3,8%). Untuk 2017F, kami optimis kelanjutan program efisiensi dan penetrasi pasar baru dari WINS. Untuk jangka panjang, kami optimis perubahan skema production sharing contract menjadi gross split dapat memberikan katalis positif terhadap WINS.
Unbeatable competitive advantage compared to peers
Di Asia Pasifik, WINS menguasai pangsa pasar 3.8% di tahun 2016. Serta, WINS juga memliki jumlah armada kapal yang lebih banyak dibandingkan dengan Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD). WINS melayani perusahaan-perusahaan minyak dan gas raksasa seperti British Petroleum, ConocoPhillips, Exxon Mobil, Chevron, Inpex, Schlumberger, dll.
Growth drivers: Efficiency, new markets, and revised regulation
WINS melakukan program efisiensi seperti menumpuk kapal yang memiliki utilisasi rendah di suatu tempat, memotong capex 2016, serta mengurangi biaya operasi lainnya. Selanjutnya, WINS juga melakukan penetrasi ke pasar-pasar luar negeri. Untuk jangka panjang, perubahan skema production sharing contract menjadi gross split dapat memberikan katalis positif terhadap WINS.
Brighter outlook this year
Dengan perkiraan naiknya pendapatan 2H17F, kelanjutan program efficiency, dan penetrasi pasar-pasar baru, kami optimis kinerja keuangan 2017F WINS akan membaik.
Currently trading at 0.43x PBV
WINS saat ini diperdagangkan pada PBV 0,43x atau dibawah rata-rata 5-tahunan. Kami mencatat harga saham WINS jatuh ke Rp280 pada pecan lalu dari level tertingginya pada harga Rp1.410.
(Ilustrasi selengkapnya dapat dibaca disini).
Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) adalah penyedia terkemuka kapal lepas pantai yang berbasis di Indonesia (OSV) dan melayani perusahaan minyak dan gas raksasa serta memegang pangsa pasar OSV signifikan di Asia (3,8%). Untuk 2017F, kami optimis kelanjutan program efisiensi dan penetrasi pasar baru dari WINS. Untuk jangka panjang, kami optimis perubahan skema production sharing contract menjadi gross split dapat memberikan katalis positif terhadap WINS.
Unbeatable competitive advantage compared to peers
Di Asia Pasifik, WINS menguasai pangsa pasar 3.8% di tahun 2016. Serta, WINS juga memliki jumlah armada kapal yang lebih banyak dibandingkan dengan Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD). WINS melayani perusahaan-perusahaan minyak dan gas raksasa seperti British Petroleum, ConocoPhillips, Exxon Mobil, Chevron, Inpex, Schlumberger, dll.
Growth drivers: Efficiency, new markets, and revised regulation
WINS melakukan program efisiensi seperti menumpuk kapal yang memiliki utilisasi rendah di suatu tempat, memotong capex 2016, serta mengurangi biaya operasi lainnya. Selanjutnya, WINS juga melakukan penetrasi ke pasar-pasar luar negeri. Untuk jangka panjang, perubahan skema production sharing contract menjadi gross split dapat memberikan katalis positif terhadap WINS.
Brighter outlook this year
Dengan perkiraan naiknya pendapatan 2H17F, kelanjutan program efficiency, dan penetrasi pasar-pasar baru, kami optimis kinerja keuangan 2017F WINS akan membaik.
Currently trading at 0.43x PBV
WINS saat ini diperdagangkan pada PBV 0,43x atau dibawah rata-rata 5-tahunan. Kami mencatat harga saham WINS jatuh ke Rp280 pada pecan lalu dari level tertingginya pada harga Rp1.410.
(Ilustrasi selengkapnya dapat dibaca disini).





