Showing posts with label yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label yogyakarta. Show all posts
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Sector Update Developers
5:41 PM

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Sector Update
Developers - 4Q16 preview: Earnings to meet our estimates by Franky Rivan (franky@miraeasset.co.id)
Developers
4Q16 preview: Earnings to meet our estimates
Unfavorable property market haunted marketing sales
Kami mengumpulkan data marketing sales developer di bawah coverage kami, yaitu BSDE, SMRA, PWON, dan LPKR untuk melihat kekuatan permintaan pasar properti. Marketing sales FY16 masih cukup mengecewakan karena hanya sebesar 65,2% dari target setahun penuh perusahaan secara kumulatif, dan turun 28,6% YoY. Secara kuartalan, kami juga lihat adanya pelemahan marketing sales, dengan turun 17% YoY secara kumulatif.
Oasis: Improved revenue recognition
Namun, di sisi positifnya, kami yakin kondisi moneter dan fiskal yang lebih baik terhadap pasar properti telah sedikit memperbaiki kondisi pasar. Data KPR terbaru dari OJK menunjukkan data yang menggembirakan karena rasio NPL KPR turun menjadi 2,45% per Desember 2016 (vs 2,84% puncaknya di Mei 2016). Angka cash conversion cycle paling baru yang dikeluarkan LPKR juga menunjukkan peningkatan, sebesar 1.410 hari (vs 1.536 hari di 2015), yang kami percaya akan membuat pengakuan pendapatan yang lebih baik untuk developer properti. Karena itu, kami percaya pengakuan pendapatan yang lebih baik dapat memulihkan pendapatan developer di 4Q16, yang mengimbangi pelemahan marketing sales di 4Q16.
Earnings to meet our estimates
Factoring-in hal yang kami sebutkan di atas, kami optimis bahwa earnings 4Q16 developer akan sesuai estimasi kami, sesuai dengan view Neutral kami di sektor ini. Developer yang telah merilis laporan keuangannya yaitu LPKR sangat sesuai dengan estimasi kami, dengan memenuhi 102,4% (pendapatannya) dan 99,8% (laba bersihnya) terhadap estimasi setahun penuh kami. Karena itu, kami lihat sedikit kemungkinan akan adanya potensi upside/downside untuk harga saham developer yang disebabkan oleh rilis laporan keuangan 4Q16 nya.
(Ilustrasi selengkapnya dapat dibaca disini).
4Q16 preview: Earnings to meet our estimates
Unfavorable property market haunted marketing sales
Kami mengumpulkan data marketing sales developer di bawah coverage kami, yaitu BSDE, SMRA, PWON, dan LPKR untuk melihat kekuatan permintaan pasar properti. Marketing sales FY16 masih cukup mengecewakan karena hanya sebesar 65,2% dari target setahun penuh perusahaan secara kumulatif, dan turun 28,6% YoY. Secara kuartalan, kami juga lihat adanya pelemahan marketing sales, dengan turun 17% YoY secara kumulatif.
Oasis: Improved revenue recognition
Namun, di sisi positifnya, kami yakin kondisi moneter dan fiskal yang lebih baik terhadap pasar properti telah sedikit memperbaiki kondisi pasar. Data KPR terbaru dari OJK menunjukkan data yang menggembirakan karena rasio NPL KPR turun menjadi 2,45% per Desember 2016 (vs 2,84% puncaknya di Mei 2016). Angka cash conversion cycle paling baru yang dikeluarkan LPKR juga menunjukkan peningkatan, sebesar 1.410 hari (vs 1.536 hari di 2015), yang kami percaya akan membuat pengakuan pendapatan yang lebih baik untuk developer properti. Karena itu, kami percaya pengakuan pendapatan yang lebih baik dapat memulihkan pendapatan developer di 4Q16, yang mengimbangi pelemahan marketing sales di 4Q16.
Earnings to meet our estimates
Factoring-in hal yang kami sebutkan di atas, kami optimis bahwa earnings 4Q16 developer akan sesuai estimasi kami, sesuai dengan view Neutral kami di sektor ini. Developer yang telah merilis laporan keuangannya yaitu LPKR sangat sesuai dengan estimasi kami, dengan memenuhi 102,4% (pendapatannya) dan 99,8% (laba bersihnya) terhadap estimasi setahun penuh kami. Karena itu, kami lihat sedikit kemungkinan akan adanya potensi upside/downside untuk harga saham developer yang disebabkan oleh rilis laporan keuangan 4Q16 nya.
(Ilustrasi selengkapnya dapat dibaca disini).
Trading Signal by RTS [The First Week of Maret 2017]
4:12 PM



Trading Signal by RTS
[The First Week of Maret 2017]
Cara membaca tabel di atas sederhana saja:
- Hanya beli jika sahamnya naik dan mencapai Entry Buy
- Hanya jual jika sahamnya turun mencapai Stop Loss
- Jangan terlalu serakah, beli lah sebanyak Lot Size
Lot Size dihitung dengan tingkat Max. Risk sebesar Rp.200.000.-. Inilah “budget” yang disiapkan sebagai cost of doing business.
Jika profil risiko Anda lebih besar/kecil daripada itu, silakan ditambahkan atau kurangi Lot Size-nya secara proporsional (sesuai Max. Risk Anda).
DOWNLOAD FOR MANUAL BOOK
Keep calm and trade your plan!
Aulia Rahmat
#Disclaimer On
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Company Update Surya Citra Media #SCMA
5:52 PM

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Company Update
Surya Citra Media (SCMA IJ) - New sinetrons to boost audience share by Christine Natasya (natasya@miraeasset.co.id)
New sinetrons to boost audience share
Strong ratings for SCTV’s new soap operas
4 dari sinetron baru yang diproduksi oleh Sinemart telah tayang perdana bersamaan sejak 20 Februari 2017 di SCTV, stasiun utama SCMA dan membukukan lonjakan audience share rating. Sebagai strategi pemasaran, Sinemart telah bekerjasama dengan aktor yang dikenal karena peran mereka dalam sinetron ditayangkan oleh RCTI sebelumnya. Aktor-aktor mempopulerkan sinetron SCTV dengan hashtag #SayaDiSCTV pada platform media sosial dan banner iklan. Sementara itu, RCTI juga memasarkan sinetron yang baru diproduksi oleh MNC Pictures dengan menggunakan hashtag #DramaSeriesTerbaik.
SCTV wins a greater audience share than RCTI for first time since 2014
Setelah tayang hari pertama, sinetron SCTV Anak Langit (tayang pukul 18.30), mencatat audience share tertinggi sebesar 31.9%, dan pada 21 Februari mencapai 32.3% (+0.4%p). Angka ini mengalahkan drama RCTI (MNCN), Roman Picisan, yang disiarkan pada waktu yang sama (18.00-18.30). Di sisi lain, sinetron SCTV Orang-Orang Kampung Duku, tayang pukul 20.00 membukukan audience share -5.1%p pada hari kedua, dikarenakan sinetron RCTI Dunia Terbalik lebih disukai.
Namun secara rata-rata, audience share SCMA naik lebih dari dua kali lipat dari 11.4% (rata-rata di Januari 2017) menjadi 24.7% sekarang (rata-rata rating pada tanggal 20-28 Februari 2017).
SCMA, our top pick in media sector
Jika SCMA mempertahankan rating yang tinggi, kami percaya ini akan mendorong rate card yang tinggi, yang akan memungkinkan SCMA untuk mengejar pendapatan MNCN, meskipun akan memakan waktu (mengingat bahwa MNCN memiliki 4 channel, sementara SCMA hanya 2). Terakhir kali SCTV memperoleh rating audience share tinggi adalah di 2014, dengan sinetron Ganteng-Ganteng Serigala. Pada periode 1Q14-2Q14, kami melihat gap pendapatan MNCN yang lebih premium dibandingkan SCMA mempersempit, dibandingkan kuartal sebelumnya.
Dalam pandangan kami, kemampuan SCMA untuk menaikkan audience share rating menjadi katalis yang kuat bagi perusahaan. SCMA adalah top pick kami dalam sektor media. Target harga kami di IDR3,290, yang mengimplikasikan PE 26.2x di 2017.
(Ilustrasi selengkapnya dapat dibaca disini).
Strong ratings for SCTV’s new soap operas
4 dari sinetron baru yang diproduksi oleh Sinemart telah tayang perdana bersamaan sejak 20 Februari 2017 di SCTV, stasiun utama SCMA dan membukukan lonjakan audience share rating. Sebagai strategi pemasaran, Sinemart telah bekerjasama dengan aktor yang dikenal karena peran mereka dalam sinetron ditayangkan oleh RCTI sebelumnya. Aktor-aktor mempopulerkan sinetron SCTV dengan hashtag #SayaDiSCTV pada platform media sosial dan banner iklan. Sementara itu, RCTI juga memasarkan sinetron yang baru diproduksi oleh MNC Pictures dengan menggunakan hashtag #DramaSeriesTerbaik.
SCTV wins a greater audience share than RCTI for first time since 2014
Setelah tayang hari pertama, sinetron SCTV Anak Langit (tayang pukul 18.30), mencatat audience share tertinggi sebesar 31.9%, dan pada 21 Februari mencapai 32.3% (+0.4%p). Angka ini mengalahkan drama RCTI (MNCN), Roman Picisan, yang disiarkan pada waktu yang sama (18.00-18.30). Di sisi lain, sinetron SCTV Orang-Orang Kampung Duku, tayang pukul 20.00 membukukan audience share -5.1%p pada hari kedua, dikarenakan sinetron RCTI Dunia Terbalik lebih disukai.
Namun secara rata-rata, audience share SCMA naik lebih dari dua kali lipat dari 11.4% (rata-rata di Januari 2017) menjadi 24.7% sekarang (rata-rata rating pada tanggal 20-28 Februari 2017).
SCMA, our top pick in media sector
Jika SCMA mempertahankan rating yang tinggi, kami percaya ini akan mendorong rate card yang tinggi, yang akan memungkinkan SCMA untuk mengejar pendapatan MNCN, meskipun akan memakan waktu (mengingat bahwa MNCN memiliki 4 channel, sementara SCMA hanya 2). Terakhir kali SCTV memperoleh rating audience share tinggi adalah di 2014, dengan sinetron Ganteng-Ganteng Serigala. Pada periode 1Q14-2Q14, kami melihat gap pendapatan MNCN yang lebih premium dibandingkan SCMA mempersempit, dibandingkan kuartal sebelumnya.
Dalam pandangan kami, kemampuan SCMA untuk menaikkan audience share rating menjadi katalis yang kuat bagi perusahaan. SCMA adalah top pick kami dalam sektor media. Target harga kami di IDR3,290, yang mengimplikasikan PE 26.2x di 2017.
(Ilustrasi selengkapnya dapat dibaca disini).
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Sector Update Poultry
5:37 PM
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Sector Update
Memasuki bulan ketiga di tahun 2017, kami mencatat Indeks Harga Saham Gabungan
(IHSG) telah rally 1.7% YtD per 28 Februari dengan saham-saham sektor poultry
menunjukkan kinerja harga saham yang beragam. Ketika kami menulis laporan ini, belum
ada perusahaan poultry yang merilis laporan kinerja FY16 mereka. Melihat kinerja mereka
sampai 9M16, kami percaya hasil keuangan untuk FY16 akan jauh lebih baik dari kinerja
FY15. Namun demikian, mengingat bahwa harga saham emiten poultry juga sudah rally
sepanjang 2016, kami percaya investor sudah memperhitungkan kinerja FY16. Meskipun
kami memperkirakan pertumbuhan laba bersih yang kuat untuk FY16 vs. FY15, kami
menyarankan investor untuk lebih waspada terhadap kinerja 4Q16 dan seterusnya.
Mengacu pada laporan sektor poultry kami sebelumnya (rincian lebih lanjut tentang
laporan sektor kami "Poultry: Uncertainties causing volatility"), kami percaya di tahun ini
masih akan timbul ketidakpastian di sektor unggas karena intervensi pemerintah dan
volatilitas dari kinerja USD/IDR. Intervensi pemerintah pada harga DOC telah terlihat di
harga rata-rata DOC pada bulan Januari yang lemah. Selanjutnya, pemerintah berusaha
untuk masuk bisnis unggas melalui perusahaan milik negara (BUMN). Namun, kinerja
USD/IDR tampaknya lebih stabil dari yang kami perkirakan selama dua bulan pertama
2017.
Akhirnya, meskipun volatilitas yang lebih rendah dari kinerja USD/IDR, kami masih
melihat potensi profit margin yang lebih terbatas pada 2017 karena intervensi harga
DOC dan prospek kenaikan suku bunga The Fed yang masih berlanjut. Namun, berkaitan
dengan rencana pemerintah untuk memasuki bisnis poultry, kami percaya ini lebih
menjadi rencana jangka panjang karena akan membutuhkan waktu untuk membuat
bisnis perunggasan terintegrasi yang se-efisien perusahaan besar poultry yang sudah ada
di Indonesia.
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Company Update Wintermar Offshore Marine #WINS
5:36 PM

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Company Update
Wintermar Offshore Marine (WINS IJ) - The return of the winner by Andy Wibowo Gunawan (andy.wibowo@miraeasset.co.id)
The return of the winner
Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) adalah penyedia terkemuka kapal lepas pantai yang berbasis di Indonesia (OSV) dan melayani perusahaan minyak dan gas raksasa serta memegang pangsa pasar OSV signifikan di Asia (3,8%). Untuk 2017F, kami optimis kelanjutan program efisiensi dan penetrasi pasar baru dari WINS. Untuk jangka panjang, kami optimis perubahan skema production sharing contract menjadi gross split dapat memberikan katalis positif terhadap WINS.
Unbeatable competitive advantage compared to peers
Di Asia Pasifik, WINS menguasai pangsa pasar 3.8% di tahun 2016. Serta, WINS juga memliki jumlah armada kapal yang lebih banyak dibandingkan dengan Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD). WINS melayani perusahaan-perusahaan minyak dan gas raksasa seperti British Petroleum, ConocoPhillips, Exxon Mobil, Chevron, Inpex, Schlumberger, dll.
Growth drivers: Efficiency, new markets, and revised regulation
WINS melakukan program efisiensi seperti menumpuk kapal yang memiliki utilisasi rendah di suatu tempat, memotong capex 2016, serta mengurangi biaya operasi lainnya. Selanjutnya, WINS juga melakukan penetrasi ke pasar-pasar luar negeri. Untuk jangka panjang, perubahan skema production sharing contract menjadi gross split dapat memberikan katalis positif terhadap WINS.
Brighter outlook this year
Dengan perkiraan naiknya pendapatan 2H17F, kelanjutan program efficiency, dan penetrasi pasar-pasar baru, kami optimis kinerja keuangan 2017F WINS akan membaik.
Currently trading at 0.43x PBV
WINS saat ini diperdagangkan pada PBV 0,43x atau dibawah rata-rata 5-tahunan. Kami mencatat harga saham WINS jatuh ke Rp280 pada pecan lalu dari level tertingginya pada harga Rp1.410.
(Ilustrasi selengkapnya dapat dibaca disini).
Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) adalah penyedia terkemuka kapal lepas pantai yang berbasis di Indonesia (OSV) dan melayani perusahaan minyak dan gas raksasa serta memegang pangsa pasar OSV signifikan di Asia (3,8%). Untuk 2017F, kami optimis kelanjutan program efisiensi dan penetrasi pasar baru dari WINS. Untuk jangka panjang, kami optimis perubahan skema production sharing contract menjadi gross split dapat memberikan katalis positif terhadap WINS.
Unbeatable competitive advantage compared to peers
Di Asia Pasifik, WINS menguasai pangsa pasar 3.8% di tahun 2016. Serta, WINS juga memliki jumlah armada kapal yang lebih banyak dibandingkan dengan Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD). WINS melayani perusahaan-perusahaan minyak dan gas raksasa seperti British Petroleum, ConocoPhillips, Exxon Mobil, Chevron, Inpex, Schlumberger, dll.
Growth drivers: Efficiency, new markets, and revised regulation
WINS melakukan program efisiensi seperti menumpuk kapal yang memiliki utilisasi rendah di suatu tempat, memotong capex 2016, serta mengurangi biaya operasi lainnya. Selanjutnya, WINS juga melakukan penetrasi ke pasar-pasar luar negeri. Untuk jangka panjang, perubahan skema production sharing contract menjadi gross split dapat memberikan katalis positif terhadap WINS.
Brighter outlook this year
Dengan perkiraan naiknya pendapatan 2H17F, kelanjutan program efficiency, dan penetrasi pasar-pasar baru, kami optimis kinerja keuangan 2017F WINS akan membaik.
Currently trading at 0.43x PBV
WINS saat ini diperdagangkan pada PBV 0,43x atau dibawah rata-rata 5-tahunan. Kami mencatat harga saham WINS jatuh ke Rp280 pada pecan lalu dari level tertingginya pada harga Rp1.410.
(Ilustrasi selengkapnya dapat dibaca disini).
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Company Update Wijaya Karya #WIKA
5:55 PM

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Company Update
Wijaya Karya (WIKA IJ) - 4Q16 review: Catapulting higher by Franky Rivan (franky@miraeasset.co.id)
4Q16 review: Catapulting higher
Record-high margins
Di 4Q16, Wijaya Karya (WIKA) membukukan laba yang menguat, melanjutkan kinerja
yang baik sepanjang tahun. Pendapatan, laba kotor, laba usaha, dan laba bersih 4Q16
masing-masing naik 14,5%, 66,5%, 72,9%, dan 160,2% YoY. Pendapatan FY16 WIKA
sesuai dengan perkiraan kami, namun laba nya di atas perkiraan kami dengan mencapai
152,5% terhadap estimasi setahun penuh kami. Kami lihat laba WIKA yang memuaskan
disebabkan margin perusahaan yang menguat serta kinerja solid dari bisnis propertinya.
Pada FY16, marjin laba kotor dan margin laba bersih WIKA masing-masing naik jadi
14,2% dan 6,5% (FY15: 12,1% dan 4,6%). Perlu dicatat bahwa ini adalah pertumbuhan
margin tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Ekspansi margin ini diatribusikan ke segmen
infrastruktur WIKA, yang memberikan kontribusi 47,7% terhadap total pendapatan
FY16 nya. Pada FY16, marjin laba kotor dan margin laba bersih segmen infrastruktur
WIKA masing-masing menjadi 14,9% dan 5,2% (FY15: 12,1% dan 3,7%). Kami lihat
ekspansi margin ini disebabkan oleh order book WIKA 2016 yang sudah tidak ada proyek
dari PEMDA. Perlu dicatat bahwa WIKA mulai mengurangi proyek PEMDA pada tahun
2014 karena margin yang rendah (C.5% GPM) dan fokus proyek pemerintah pusat
(c.10% GPM). Kami lihat order book 2017 WIKA akan berisi proyek PEMDA yang sangat
sedikit, maka, kami percaya penguatan margin ini dapat berlanjut ke depannya.
Maintain Buy; Upgrade TP to IDR3,200/share
Kami mempertahankan rekomendasi Buy di WIKA dan upgrade target harga kami ke
IDR3,200/lembar dari IDR3,055/lembar. Revisi target harga kami mencerminkan: 1)
kinerja marjin yang kuat akan berlanjut, dan 2) pengakuan pendapatan pada tahun 2017
yang lebih besar karena proyek HSR Jakarta-Bandung (nilai kontrak IDR15.6tr). WIKA
saat ini diperdagangkan pada 11.3x 17F P/E nya, sedikit di bawah -1 standar deviasi 5
tahunnya di 12.1x.
Trading Signal by RTS [The Fourth Week of February 2017]
5:15 PM


Trading Signal by RTS
[The Fourth Week of February 2017]
Cara membaca tabel di atas sederhana saja:
- Hanya beli jika sahamnya naik dan mencapai Entry Buy
- Hanya jual jika sahamnya turun mencapai Stop Loss
- Jangan terlalu serakah, beli lah sebanyak Lot Size
Lot Size dihitung dengan tingkat Max. Risk sebesar Rp.200.000.-. Inilah “budget” yang disiapkan sebagai cost of doing business.
Jika profil risiko Anda lebih besar/kecil daripada itu, silakan ditambahkan atau kurangi Lot Size-nya secara proporsional (sesuai Max. Risk Anda).
DOWNLOAD FOR MANUAL BOOK
Keep calm and trade your plan!
Aulia Rahmat
#Disclaimer On
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Sector Update Consumers
5:50 PM

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Sector Update
Consumers - Hope on construction spending by Dang Maulida (dangmaulida@miraeasset.co.id)
Consumers
Hope on construction spending
Multiplier effect from increase in infrastructure spending
Menurut Kementerian di Indonesia Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
(Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat; PUPR), penyerapan tenaga kerja adalah
dua sampai tiga kali lebih besar untuk sektor konstruksi dibandingkan untuk
industri pertanian. Misalnya, pembangunan bendungan membutuhkan 400
pekerja, konstruksi rumah 15 pekerja, dan pemeliharaan jalan / manajemen
pekerja 1,2 juta. Khususnya, manfaat sektor konsumer besar dari kenaikan belanja
konstruksi / infrastruktur (terima kasih kepada penciptaan lapangan kerja yang
dihasilkan). Bahkan, kami percaya bahwa kenaikan belanja konstruksi memiliki
dampak yang lebih besar pada konsumsi dibandingkan sektor lain.
Role of construction in Indonesia’s economy
Belanja infrastruktur di APBN Indonesia (Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara; APBN) meliputi pembangunan proyek-proyek yang bertujuan untuk
meningkatkan: 1) transportasi / konektivitas (misalnya, bendungan, jalan, jalan tol
dan jembatan); dan 2) akses listrik (misalnya, pembangkit listrik). Nilai komponen
konstruksi di ekonomi Indonesia meningkat dari IDR728,2tr pada 2012 IDR925,1tr
tahun lalu, mencatat pertumbuhan tahunan rata-rata 6% (lihat Gambar 1). Selama
periode yang sama, kontribusi pembangunan terhadap total produk domestik
bruto (PDB) meningkat dari 9,4% menjadi 10,4% (lihat Gambar 2). Khususnya, tahun
lalu, konstruksi merupakan penyumbang ketiga terbesar bagi ekonomi Indonesia,
di bawah industri pengolahan (21,0%) dan pertanian, kehutanan, dan perikanan
(13,5%) .
Menurut APBN tahun ini, pemerintah menargetkan 7,9% pertumbuhan YoY untuk
nilai sektor konstruksi, tingkat tertinggi dalam lima tahun. Memang, pemerintah
berencana untuk mempercepat pembangunan proyek-proyek infrastruktur
strategis, seperti jaringan irigasi, jalan (836km), jembatan (10,198m), terminal
bandara (13 unit), dan kereta api (553km). Untuk mengakomodasi ini, pemerintah
diatur untuk meningkatkan belanja infrastruktur sebesar 18,5% YoY menjadi
IDR387,3tr pada tahun 2017 (lihat Gambar 3).
Dalam pandangan kami, peningkatan belanja konstruksi akan mempengaruhi
positif daya beli. Pertama dan terpenting, hal itu akan menyebabkan peningkatan
penciptaan lapangan kerja yang terkait dengan konstruksi. Kedua, meningkatkan
konektivitas (misalnya, jaringan transportasi yang lebih luas) akan meningkatkan
akses konsumen untuk barang (melalui lebih murah dan lancar distribusi), yang
akan, dalam jangka panjang, menjamin efisiensi harga yang lebih besar. Ketiga,
distribusi yang lebih lancar dan baik akan memiliki dampak positif pada tingkat
inflasi, yang akan mempertahankan atau meningkatkan daya beli. Kami percaya
bahwa faktor-faktor ini akan mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi
tingkat kemiskinan ke level target 10,5% tahun ini (lihat Gambar 4).
Challenges
Tahun ini, penerimaan pajak diperkirakan akan mencapai IDR1,498.9tr atau 86%
dari total pendapatan di APBN (lihat Gambar 5). Pada saat yang sama, tingkat
realisasi penerimaan pajak tercatat di bawah 100% dalam beberapa tahun terakhir,
atau pada tingkat rata-rata 90% selama 2012-2016 (lihat Gambar 6). Kami
memperkirakan bahwa kekurangan 10% pada tahun 2017 akan menunda senilai
IDR128tr proyek konstruksi, dan hal ini akan mempengaruhi banyak industri
(sektor konsumen khususnya) secara negatif. Pada catatan yang positif,
pemerintah telah mengupayakan peningkatan penerimaan pajak melalui perluasan
basis pajak dan kebijakan / reformasi administrasi.
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Company Update Ramayana Lestari Sentosa #RALS
6:12 PM
Ramayana Lestari Sentosa (RALS IJ) - More catalysts for change by Christine Natasya (natasya@miraeasset.co.id)
More catalysts for change
January SSSG comes in soft
RALS membukukan SSSG 4.3% di January 2017, turun 1.2%pYoY dari 5.5% di Januari 2016. Namun, penjualan tumbuh 3.9% YoY menjadi IDR569.6bn. Berdasarkan wilayah, 1M17 mencatatkan SSSG: Great Jakarta 6.6% (1M16:12.2%), rest of Java 1.7% (1M16: 1.8%), dan luar Jawa sebesar 3.8% (1M16: 3.6%). SSSG luar Jawa mengalami peningkatan 20bpsYoY, kami pikir ini dikarenakan penutupan beberapa toko yang tidak menguntungkan. Kami melihat net selling space tahun lalu sebesar 42.3%, lebih tinggi dari tahun ini sebesar 41% dari total luas area. Kami atribusikan kuatnya SSSG luar Jawa dikarenakan pulihnya komoditas dan penutupan toko tidak menguntungkan.
Closures of unprofitable stores to lift margins and SSSG
RALS baru menutup 4 toko (3 supermarket dan 1 dept store). Kami atribusikan penutupan supermarket yang terletak di Pondok Gede (Greater Jakarta), Dinoyo (Jawa Timur), dan Panam (Sumatera), dikarenakan unprofitabilitynya. Di sisi lain, penutupan dept store, yang terletak di Blok M, disebabkan tidak diperpanjangnya masa sewa. Dengan persaingan ketat dengan minimarket dan pasar tradisional, kami percaya supermarket masih menjadi beban perusahaan. Karena itu, kami mengharapkan penutupan supermarket yang merugi akan lebih baik untuk mengangkat SSSG perusahaan ke depannya. Kami memproyeksikan gross marjin supermarket untuk tumbuh 175bps dari 11.5% pada tahun 2014 menjadi 13.2% di 2018F.
Pushing for a larger consignment contribution
Meskipun margin kotor lebih kecil mengingat bahwa margin fashion consignment lebih rendah (c.25%) dibandingkan fashion outright (c.40%), operating margin akan terlihat mirip, mengingat upah tenaga penjual ini dibayar oleh pemilik merek. Kami mengharapkan kontribusi yang lebih besar dari konsinyasi dapat menaikkan target pelanggan karena variasi barang yang dijual (merek top konsinyasi biasanya menjual sepatu, sedangkan outright product menjual pakaian). Kami berharap penjualan konsinyasi yang lebih tinggi berarti produktivitas yang lebih tinggi per m2.
Kami mempertahankan target price di IDR1,690, mengimplikasikan P/E 24.8x. Saat ini, RALS diperdagangkan pada 19.3x 2017F P/E, pada rata-rata P/E 5 tahunnya.
(Ilustrasi selengkapnya dapat dibaca disini).
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Company Update Indo Tambangraya Megah #ITMG
7:08 PM

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Company Update
Indo Tambangraya Megah (ITMG IJ) - 4Q16 results to meet expectations by Andy Wibowo Gunawan (andy.wibowo@miraeasset.co.id)
4Q16 results to meet expectations
Di 4Q16, kami memperkirakan bahwa produksi batubara untuk Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik 14,3% QoQ ke 7.2 juta ton. Dan untuk 2017, kami memperkirakan bahwa volume penjualan batu bara perseroan akan mengalami kontraksi sebesar 200.000 ton menjadi 26.0 juta ton. (Untuk keterangan lebih lanjut, silakan lihat laporan inisiasi batubara kami, "The rise of carbon.") Namun, kami tetap mempertahankan estimasi pendapatan 2017 kami, didukung oleh perkiraan harga jual rata-rata yang lebih tinggi (ASP). Oleh karena itu, kami mempertahankan rekomendasi Beli dan target harga 12 bulan kedepan di level Rp19.725 untuk ITMG. Kami juga melihat arus kas operasi yang positif dan membaik pada ITMG.
Mengingat target produksi 2016 tahun penuh batubara ITMG sebesar 26,2 juta ton, kami memperkirakan bahwa produksi batubara 4Q16 mencapai 7,2 juta ton (+14,3% QoQ). Ke depan, ITMG berusaha untuk mendapatkan tambahan konsesi pertambangan.
Menurut arahan manajemen, volume penjualan ITMG diperkirakan menurun sebesar 200.000 ton untuk 26,0 juta ton pada 2017. Namun, kami yakin pendapatan 2017F akan ekpansi ke USD82,6 juta (+17,2% YoY) didukung oleh ASP yang lebih tinggi.
Dengan perkiraan harga batubara global yang meningkat, kami percaya bahwa arus kas operasi perusahaan akan melambung ke USD229,0 juta pada tahun 2017 dan USD258,4 juta tahun 2018.
Kami mempertahankan rekomendasi Beli dan target harga 12 bulan Rp19.725 untuk ITMG, karena kami menjaga estimasi pendapatan kami.
(Ilustrasi selengkapnya dapat dibaca disini).
Di 4Q16, kami memperkirakan bahwa produksi batubara untuk Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik 14,3% QoQ ke 7.2 juta ton. Dan untuk 2017, kami memperkirakan bahwa volume penjualan batu bara perseroan akan mengalami kontraksi sebesar 200.000 ton menjadi 26.0 juta ton. (Untuk keterangan lebih lanjut, silakan lihat laporan inisiasi batubara kami, "The rise of carbon.") Namun, kami tetap mempertahankan estimasi pendapatan 2017 kami, didukung oleh perkiraan harga jual rata-rata yang lebih tinggi (ASP). Oleh karena itu, kami mempertahankan rekomendasi Beli dan target harga 12 bulan kedepan di level Rp19.725 untuk ITMG. Kami juga melihat arus kas operasi yang positif dan membaik pada ITMG.
Mengingat target produksi 2016 tahun penuh batubara ITMG sebesar 26,2 juta ton, kami memperkirakan bahwa produksi batubara 4Q16 mencapai 7,2 juta ton (+14,3% QoQ). Ke depan, ITMG berusaha untuk mendapatkan tambahan konsesi pertambangan.
Menurut arahan manajemen, volume penjualan ITMG diperkirakan menurun sebesar 200.000 ton untuk 26,0 juta ton pada 2017. Namun, kami yakin pendapatan 2017F akan ekpansi ke USD82,6 juta (+17,2% YoY) didukung oleh ASP yang lebih tinggi.
Dengan perkiraan harga batubara global yang meningkat, kami percaya bahwa arus kas operasi perusahaan akan melambung ke USD229,0 juta pada tahun 2017 dan USD258,4 juta tahun 2018.
Kami mempertahankan rekomendasi Beli dan target harga 12 bulan Rp19.725 untuk ITMG, karena kami menjaga estimasi pendapatan kami.
(Ilustrasi selengkapnya dapat dibaca disini).
Trading Signal by RTS [The Third Week of February 2017]
12:39 PM

Trading Signal by RTS
[The Third Week of February 2017]
Cara membaca tabel di atas sederhana saja:
- Hanya beli jika sahamnya naik dan mencapai Entry Buy
- Hanya jual jika sahamnya turun mencapai Stop Loss
- Jangan terlalu serakah, beli lah sebanyak Lot Size
Lot Size dihitung dengan tingkat Max. Risk sebesar Rp.200.000.-. Inilah “budget” yang disiapkan sebagai cost of doing business.
Jika profil risiko Anda lebih besar/kecil daripada itu, silakan ditambahkan atau kurangi Lot Size-nya secara proporsional (sesuai Max. Risk Anda).
DOWNLOAD FOR MANUAL BOOK
Keep calm and trade your plan!
Aulia Rahmat
#Disclaimer On
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Sector Update Consumers
8:55 PM

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Sector Update
Consumers - Buoyant F&B investments by Dang Maulida (dangmaulida@miraeasset.co.id)
Buoyant F&B investments
Total direct investment grew 12.5% YoY in 2016
Data yang diterbitkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal di Indonesia (Badan Koordinasi Penanaman Modal; BKPM) mengungkapkan bahwa total investasi langsung di Indonesia tumbuh 12,5% menjadi IDR613,4tr di 2016. Meskipun laju pertumbuhan melambat YoY (vs + 17,8% pada tahun 2015), kita melihat hasilnya sebagai layak, mengingat pertumbuhan tercatat di tingkat dua dijit.
New DDI in the F&B sector grew by more than 30% YoY
Pada 2016, investasi dalam negeri langsung (DDI) di industri F & B mencapai IDR32tr, yang merupakan pertumbuhan tahunan 31%. Khususnya, F & B menyumbang proporsi tertinggi (14,8%) dari jumlah DDI tahun lalu, diikuti oleh bahan kimia / obat-obatan pada 13,9% (IDR30.1tr) dan transportasi / pergudangan / telekomunikasi di 12,4% (IDR26.8tr). Data DDI untuk sektor F & B sejalan dengan proyeksi kelompok industri yang memperkirakan kenaikan nilai yang lebih tinggi atau sama untuk sektor makanan dan minuman di Indonesia tahun ini. Misalnya, menurut asosiasi produsen biskuit ', pasar biskuit diharapkan tumbuh lebih dari 10% YoY tahun ini, atau sejalan dengan pertumbuhan 14,4% yang dicapai selama Januari-November 2016. Permintaan domestik yang kuat, didorong oleh Indonesia yang kondisi makro yang stabil dan populasi besar (256mn; 67% usia kerja), merupakan dasar optimisme pada prospek F & B tahun ini. Terutama, sektor ini menyumbang porsi 36% (IDR1,870tr) dari total konsumsi swasta Indonesia (IDR5,127tr) pada 2016. Sementara itu, pada investasi asing langsung (FDI) depan, investasi di industri F & B tumbuh 39,5% menjadi USD2 ,12bn. Kami pikir tingkat pertumbuhan yang kuat ini menggarisbawahi pentingnya sektor ini di Indonesia.
Increasing educational attainment among Indonesia’s workforce
Pada tahun 2016, persentase angkatan kerja yang tidak lulus SD turun ke 16,54%, lebih rendah dari angka 22,3% yang tercatat pada tahun 2010. Penurunan tersebut didukung oleh peningkatan angka partisipasi sekolah bagi sebagian besar kelompok usia. Pada 2015, 94,7% dari anak usia 13-15 tahun yang terdaftar di sekolah, naik signifikan dari 88% pada tahun 2011. Dalam pandangan kami, pencapaian pendidikan yang lebih tinggi akan mengarah ke peningkatan produktivitas, yang selanjutnya akan mendukung pertumbuhan investasi F & B yang terkait. Selain itu, tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan mengakibatkan peningkatan kesadaran konsumen akan kualitas produksi barang konsumsi.
Singkatnya, meskipun pasar barang konsumen / jasa di Indonesia yang sangat besar yang memberikan peluang yang signifikan, pada saat yang sama juga menghadapi tantangan besar, terutama dari persaingan berat dan pergeseran dalam preferensi konsumen. Dalam pandangan kami, inovasi dan kapasitas yang cukup adalah dua faktor penentu yang paling penting dari keberhasilan perusahaan consumer yang beroperasi di Indonesia.
(Ilustrasi selengkapnya dapat dibaca disini).
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Company Update Matahari Putra Prima #MPPA
8:35 PM

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Company Update
Matahari Putra Prima (MPPA IJ) - Fighting for survival amid fierce competition by Christine Natasya (natasya@miraeasset.co.id)
Fighting for survival amid fierce competition
SSSG nose-dived in 4Q16: Non-food category was the key drag
Pada 4Q16, Same-Store-Sales-Growth (SSSG) MPPA turun 9,4% YoY, menyiratkan penurunan SSSG yang jauh lebih dalam daripada 3Q16 sebesar -8,9% YoY. Pada kuartal ini, kinerja MPPA terbukti relatif lebih buruk dari retailer lain. Kami atribusikan hal ini dikarenakan oleh: 1) konsumen berpindah untuk berbelanja di minimarket dan convenience stores, 2) renovasi berkelanjutan untuk mengubah layout menjadi format G7, 3) di luar Jawa, MPPA banyak menjual produk non-food, misalnya elektronik, seprai, dll yang penjualannya masih sangat lemah karena daya beli di luar Jawa belum sepenuhnya pulih.
Competition gets tighter
Pada 4Q16, Same-Store-Sales-Growth (SSSG) MPPA turun 9,4% YoY, menyiratkan penurunan SSSG yang jauh lebih dalam daripada 3Q16 sebesar -8,9% YoY. Pada kuartal ini, kinerja MPPA terbukti relatif lebih buruk dari retailer lain. Kami atribusikan hal ini dikarenakan oleh: 1) konsumen berpindah untuk berbelanja di minimarket dan convenience stores, 2) renovasi berkelanjutan untuk mengubah layout menjadi format G7, 3) di luar Jawa, MPPA banyak menjual produk non-food, misalnya elektronik, seprai, dll yang penjualannya masih sangat lemah karena daya beli di luar Jawa belum sepenuhnya pulih.
Cut earnings estimates and trim target price to IDR1,420/share
Kami merevisi turun perkiraan pendapatan MPPA karena lemahnya SSSG perusahaan pada 4Q16 serta ekspansi toko baru yang lebih sedikit dari perkiraan kami. Selain itu, kami melihat persaingan yang kian ketat dari minimarket, yang kami percaya akan memakan porsi pendapatan MPPA. Namun demikian, kami berharap margin yang lebih baik ke depan mengingat bahwa MPPA telah mengurangi jumlah SKU yang tidak menguntungkan demi mengurangi jumlah inventory yang menumpuk. Maka dari itu, kami menurunkan target price kami ke IDR1,420 dengan rating Hold pada MPPA.
(Ilustrasi selengkapnya dapat dibaca disini).
Matahari Putra Prima (MPPA IJ) - Fighting for survival amid fierce competition by Christine Natasya (natasya@miraeasset.co.id)
Fighting for survival amid fierce competition
SSSG nose-dived in 4Q16: Non-food category was the key drag
Pada 4Q16, Same-Store-Sales-Growth (SSSG) MPPA turun 9,4% YoY, menyiratkan penurunan SSSG yang jauh lebih dalam daripada 3Q16 sebesar -8,9% YoY. Pada kuartal ini, kinerja MPPA terbukti relatif lebih buruk dari retailer lain. Kami atribusikan hal ini dikarenakan oleh: 1) konsumen berpindah untuk berbelanja di minimarket dan convenience stores, 2) renovasi berkelanjutan untuk mengubah layout menjadi format G7, 3) di luar Jawa, MPPA banyak menjual produk non-food, misalnya elektronik, seprai, dll yang penjualannya masih sangat lemah karena daya beli di luar Jawa belum sepenuhnya pulih.
Competition gets tighter
Pada 4Q16, Same-Store-Sales-Growth (SSSG) MPPA turun 9,4% YoY, menyiratkan penurunan SSSG yang jauh lebih dalam daripada 3Q16 sebesar -8,9% YoY. Pada kuartal ini, kinerja MPPA terbukti relatif lebih buruk dari retailer lain. Kami atribusikan hal ini dikarenakan oleh: 1) konsumen berpindah untuk berbelanja di minimarket dan convenience stores, 2) renovasi berkelanjutan untuk mengubah layout menjadi format G7, 3) di luar Jawa, MPPA banyak menjual produk non-food, misalnya elektronik, seprai, dll yang penjualannya masih sangat lemah karena daya beli di luar Jawa belum sepenuhnya pulih.
Cut earnings estimates and trim target price to IDR1,420/share
Kami merevisi turun perkiraan pendapatan MPPA karena lemahnya SSSG perusahaan pada 4Q16 serta ekspansi toko baru yang lebih sedikit dari perkiraan kami. Selain itu, kami melihat persaingan yang kian ketat dari minimarket, yang kami percaya akan memakan porsi pendapatan MPPA. Namun demikian, kami berharap margin yang lebih baik ke depan mengingat bahwa MPPA telah mengurangi jumlah SKU yang tidak menguntungkan demi mengurangi jumlah inventory yang menumpuk. Maka dari itu, kami menurunkan target price kami ke IDR1,420 dengan rating Hold pada MPPA.
(Ilustrasi selengkapnya dapat dibaca disini).





